Belajar Dasar Ilmu Harmoni (bag I)

Belajar Dasar Ilmu Harmoni (bag I) - pada bagian ini membahas tentang teori musik dasar yang secara umum biasa digunakan di lingkungan masyarakat dunia adapun hal-hal yang berhubungan dengan Belajar Dasar Ilmu Harmoni (bag I) adalah sebagai berikut:
Chapter I
Ilmu harmoni adalah ilmu yang mempelajari tentang akord dalam musik.
1. Untuk mempelajari harmoni, ada beberapa hal yang
harus diketahui atau dipelajari terlebih dahulu :
-Skala major
-Skala minor
-Interval
-Trinada Teori
-Teori dasar musik

2. Untuk harmoni bagian ini masih mempelajari tentang harmoni vokal, dimana harmoni vokal terdiri atas :
Sopran (ditulis dalam treble clef dan tangkai not keatas)



Alto (ditulis dalam treble clef dan tangkai not kebawah)



Tenor (ditulis dalam bass clef dan tangkai not keatas)


Bass (ditulis dalam bass clef dan tangkai not kebawah)


3. Dalam suatu triad dalam harmoni dibagi menjadi 2
susunan :
Susunan rapat :
Jika diantara 3 suara atas (SAT) secara berurutan tidak dapat diselipkan nada di akord tersebut

Susunan renggang :
Jika diantara 3 suara atas (SAT) secara berurutan dapat diselipkan nada pada akord tersebut


Chapter II

Pada bagian ini adalah pembahasan tentang trinada dan prinsip – prinsip dasar harmoni.
1. Jenis – jenis gerakan primer progresi :
I – V
V – I
I – IV
IV – I
2. Langkah – langkah dalam penyelesain harmoni
a. Selesaikan pergerakan bass dari akord pertama menuju akord kedua terlebih dahulu
b. Selesaikan akord pertama
c. Tahan nada yang sama antara kedua akord
d. Selesaikan dua nada yang lain ke akord kedua dengan interval yang terdekat

3. Tipe gerak dalam harmoni dibagi menjadi 4 gerakan :
Gerak paralel (sejajar) :
Dua suara atau lebih bergerak dengan arah yang sama serta interval yang sama



Gerak sama arah :
Dua suara atau lebih bergerak dengan arah yang sama namun intervalnya berbeda



Gerak berlawanan arah :
Dua suara atau lebih bergerak dengan arah yang berlawanan


Gerak simpang : Satu suara atau lebih ditahan dan yang lain bergerak naik ataupun turun



4. Dalam penyelesaian masalah harmoni, ada beberapa gerakan yang harus dihindari agar tidak menciptakan suara dari harmoni tersebut menjadi monoton atau membosankan, antara lain :

a) Paralel oktaf :
Dua suara atau lebih dengan interval oktaf bergerak menuju arah yang sama dan membentuk interval oktaf



b) Paralel kwint :
Dua suara atau lebih dengan interval kwint bergerak menuju arah yang sama dan membentuk interval kwint




c) Hidden oktaf :
Dua suara atau lebih dengan interval yang lebih kecil dari oktaf menuju arah yang sama dan membentuk interval oktaf


d) Hidden kwint :
Dua suara atau lebih dengan interval yang lebih kecil dari kwint menuju arah yang sama dan membentuk interval kwint



e)  Gerak empat suara sama arah :
Gerakan 4 suara yang memiliki arah yang sama dari akord pertama ke akord kedua


Chapter IV

Pada bagian ini adalah pembahasan tentang sixth chord / akord seksta
1.  Pengertian akord seksta : Akord seksta adalah bila dalam susunan akord tersebut suara yang paling bawah (Bass) bukanlah nada dasar, melainkan terts di akord tersebut.
2. Penyusunan akord seksta :
 Penyusunan akord seksta pada prinsipnya adalah penyebaran 3 suara menjadi 4 suara dan nada yang diijinkan untuk digandakan adalah tonika dan dominant. Terts diijinkan untuk digandakan jika dalam kasus “soprano given” dengan melodi terts. Posisi yang diambil oleh bass adalah terts dan posisi yang diambil oleh sopran adalah tonika dan dominant.


3. Langkah – langkah dalam penyelesain akord sekta:
a. Selesaikan pergerakan bass dari akord pertama menuju akord kedua terlebih dahulu

b. Selesaikan akord pertama
c. Tahan nada yang sama antara kedua akord
d. Selesaikan dua nada yang lain ke akord kedua dengan interval yang terdekat


Chapter IV
Pada bagian ini adalah pembahasan mengenai dominant seventh
chord /V7
1. Akord V7 pada dasarnya adalah trinada dominant dengan penambahan septim


2. Dalam penyelesaian akord V7, salah satu hal yang harus diperhatikan adalah penyelesaian kwint diminished dan kwart augmented. Jika pada kasus kwint diminished, maka penyelesaiannya adalah dengan arah yang menuju ke dalam. Namun dalam kasus kwart augmented penyelesaiannya dengan arah keluar.



3. Progresi penyelesaian V7 tanpa kwint menuju I
Untuk kasus ini I adalah full chord


4. Progresi penyelesaian V7 dengan kwint menuju I
Untuk kasus ini I adalah triple tonik



5. Progresi penyelesaian V7 menuju IV
Untuk kasus ini tidak ada resolusi kwint
diminished dan kwart augmented. Lalu nada yang sama ditahan/legato.


Bersambung ke Belajar Dasar Ilmu Harmoni (bag 2)

itulah pembahasan tentang Belajar Dasar Ilmu Harmoni (bag I) semoga bermanfaat.
Belajar Dasar Ilmu Harmoni (bag I) 9 Out Of 10 Based On 10 Ratings. 9 User Reviews.
Share 'Belajar Dasar Ilmu Harmoni (bag I)' On ...

Ditulis oleh: Yudi Herdiana - Jumat, 21 Juni 2013

Belum ada komentar untuk "Belajar Dasar Ilmu Harmoni (bag I)"

Poskan Komentar

Mohon maaf sebelumnya,, jika ada komen yang bersifat pertanyaan, jwbnnya stelah bln april 2014, karena kesibukan yg padat, terimakasih atas perhatiannya